PRESS RELEASE ANJANGSANA TOKOH KELOMPOK 6,7,8 TER
Nama : Karina Rahmadina
Kelompok : 6
Prodi : D3 Administrasi Perkantoran
Fakultas : Ekonomi
Angkatan : 2019
Press Release Anjangsana Tokoh TER EDUWA UNJ 2020
Sebelum memulai anjangsana tokoh, para peserta kelompok 6,7, dan 8 dimasukkan kedalam satu grup untuk memudahkan saling koordinasi sesama peserta. Setelah semua peserta kelompok masuk, ditentukan siapa yang ingin menjadi notulen, moderator serta MC.
Setelah semua list perangkat acara terisi nama, sekitar jam 13.00 anjangsana ini melalui aplikasi Google Meet dan dilaksanakan pada hari Sabtu, 11 Juli 2020.
Diawali pembukaan oleh MC, lalu perkenalan antar peserta satu sama lain dengan format : Nama, Prodi, Fakultas dan Angkatan. Peserta TER kelompok 6,7,8 di dominasi oleh Fakultas Ekonomi. Setelah semua peserta mengenalkan dirinya satu persatu, MC memperkenalkan moderator untuk membacakan moderator narasumber.
Narasumber pada kali ini bernama Robert Anang Tinosaputro dan di moderatori oleh Dany Firdaus.
Isi materi yang disampaikan oleh Pak Robert :
1. Terjadinya distrupsi karena adanya perubahan kurikulum dari konvesional diubah dengan mengisipkan nilai kewirausahaan. Banyak di beberapa daerah seperti jawab dan bali yang kewirausahaan. Kondisi Pendidikan saat ini BUKAN memperburuk pendidikan kita. Tapi justru membuka dan mengekspos borok pendidikan kita selama ini pendidikan memiliki tujuan untuk terampil, kompetensi. Pendidikan hanya alat mencari makan, kekuasaan, ketenaran, bersaing. Hal tersebut dikarenakan adanya logika kapitalisme dan industrialisasi
2. MEKANISME PENDIDIKAN BONSAI
Standarisasi : Sekolah dipaksa untuk dibuat standar yang sama di berbagai daerah
Kompetisi : Muncul polemik, misalnya PPDB. Ketika kompetisi melahirkan sekolah terbaik disetiap kota dan daerah.
Korporatisasi: Banyaknya bimbingan belajar yang muncul dari skala besar hingga kecil, seolah menjadi solusi yang paling tepat seolah untuk mengejar kompetisi dan standarisasi. Mengharapkan adanya penyelesaian dari persoalan pendidikan, supaya bisa bersaing.
Pendidian BONSAI justru memunculkan
INSTANISASI
DEHUMANISASI : Nilai kemanusiaan yang dihilangkan, misalnya: anak SD dipaksa untuk mengejar nilai dan belajar tiada henti
DEKADENSI : Adanya kemerosotan moral, siswa hanya dipersiapkan seolah untuk menjadi robot. Isu UN harus menjadi bahan evaluasi.
3. Cara yang bisa menjadi solusi:
BACK TO BASIC : Dikutip dari buku KEN ROBINSON, beliau tidak hanya mengkritik tetapi memberikan solusi yang kreatif. Bahwa pendidikan bisa kembali ke akarnya.
Pertama, pendidikan harus membentuk
Kedua, Pendidikan haruslah membentuk anak didik menjadi manusia yang memiliki nilai
Ketiga, membentuk anak didik menjadi warga negara yang aktif dan peduli
Terakhir, mempuni berolah pikir dan berolah rasa.
UNLEASH EDUCATION
Creating Innovations menekan pentingnya peserta didik diajarkan untuk mengasah Rasa ingin tahun, daya khayal, dan daya kreasi.
METAPHOR OF EDUCATION
Pendidikan seharusnya bukan seperti pertanian industrial yang memproduksi sebanyak mungkin panen. Akan tetapi pendidikan haruslah seperti pertanian organik yang melihat kondisi, lingkungan, dan karakteristik.
4. SYARAT PENDIDIKAN ORGANIK
Pendidikan Harus mengembangkan dan mendewasakan anak didik secara multidimensi dan Holistik
Harus terikat erat dengan lingkugan komunitas dan masyarakatnya, tak boleh tercerabut dan berada di Menara gading
Harus mengembangkan potensi anak didik melalui strategi antar si anak dengan pengajar, orang tua, dan masyarakat
Pendidikan harus dilakukan secara personal untuk tiap individu karena mereka memiliki minat, bakat, potensi, dan keunikan masing-masing
Bukan soal ada tidak ada harapan. Seharusnya kita bukan menjadi subjek yang menunggu tetapi menjadi subjek utama.
Siswa sebaiknya tidak dikekang tapi diberikan kesadaran tentang tanggung jawab. Di ajarkan dengan level pemikiran yang kritis
Pendidikan di Indonesia mempelajari banyak mata pelajaran menjadi tidak efektif dan lelah. Lebih baik ada pemangkasan dan perampingan mata pelajaran yang tidak diperlukan lagi. Bekolaborasi. Proses belajarnya menggunakan Bahasa penghantar Bahasa inggris.
Setelah penyampaian materi selesai, moderator mempersilahkan para peserta untuk bertanya.
Selanjutnya setelah sesi tanya jawab selesai ditutup anjangsana ini oleh MC dan di akhiri dengan dokumentasi.
Kelompok : 6
Prodi : D3 Administrasi Perkantoran
Fakultas : Ekonomi
Angkatan : 2019
Press Release Anjangsana Tokoh TER EDUWA UNJ 2020
Sebelum memulai anjangsana tokoh, para peserta kelompok 6,7, dan 8 dimasukkan kedalam satu grup untuk memudahkan saling koordinasi sesama peserta. Setelah semua peserta kelompok masuk, ditentukan siapa yang ingin menjadi notulen, moderator serta MC.
Setelah semua list perangkat acara terisi nama, sekitar jam 13.00 anjangsana ini melalui aplikasi Google Meet dan dilaksanakan pada hari Sabtu, 11 Juli 2020.
Diawali pembukaan oleh MC, lalu perkenalan antar peserta satu sama lain dengan format : Nama, Prodi, Fakultas dan Angkatan. Peserta TER kelompok 6,7,8 di dominasi oleh Fakultas Ekonomi. Setelah semua peserta mengenalkan dirinya satu persatu, MC memperkenalkan moderator untuk membacakan moderator narasumber.
Narasumber pada kali ini bernama Robert Anang Tinosaputro dan di moderatori oleh Dany Firdaus.
Isi materi yang disampaikan oleh Pak Robert :
1. Terjadinya distrupsi karena adanya perubahan kurikulum dari konvesional diubah dengan mengisipkan nilai kewirausahaan. Banyak di beberapa daerah seperti jawab dan bali yang kewirausahaan. Kondisi Pendidikan saat ini BUKAN memperburuk pendidikan kita. Tapi justru membuka dan mengekspos borok pendidikan kita selama ini pendidikan memiliki tujuan untuk terampil, kompetensi. Pendidikan hanya alat mencari makan, kekuasaan, ketenaran, bersaing. Hal tersebut dikarenakan adanya logika kapitalisme dan industrialisasi
2. MEKANISME PENDIDIKAN BONSAI
Standarisasi : Sekolah dipaksa untuk dibuat standar yang sama di berbagai daerah
Kompetisi : Muncul polemik, misalnya PPDB. Ketika kompetisi melahirkan sekolah terbaik disetiap kota dan daerah.
Korporatisasi: Banyaknya bimbingan belajar yang muncul dari skala besar hingga kecil, seolah menjadi solusi yang paling tepat seolah untuk mengejar kompetisi dan standarisasi. Mengharapkan adanya penyelesaian dari persoalan pendidikan, supaya bisa bersaing.
Pendidian BONSAI justru memunculkan
INSTANISASI
DEHUMANISASI : Nilai kemanusiaan yang dihilangkan, misalnya: anak SD dipaksa untuk mengejar nilai dan belajar tiada henti
DEKADENSI : Adanya kemerosotan moral, siswa hanya dipersiapkan seolah untuk menjadi robot. Isu UN harus menjadi bahan evaluasi.
3. Cara yang bisa menjadi solusi:
BACK TO BASIC : Dikutip dari buku KEN ROBINSON, beliau tidak hanya mengkritik tetapi memberikan solusi yang kreatif. Bahwa pendidikan bisa kembali ke akarnya.
Pertama, pendidikan harus membentuk
Kedua, Pendidikan haruslah membentuk anak didik menjadi manusia yang memiliki nilai
Ketiga, membentuk anak didik menjadi warga negara yang aktif dan peduli
Terakhir, mempuni berolah pikir dan berolah rasa.
UNLEASH EDUCATION
Creating Innovations menekan pentingnya peserta didik diajarkan untuk mengasah Rasa ingin tahun, daya khayal, dan daya kreasi.
METAPHOR OF EDUCATION
Pendidikan seharusnya bukan seperti pertanian industrial yang memproduksi sebanyak mungkin panen. Akan tetapi pendidikan haruslah seperti pertanian organik yang melihat kondisi, lingkungan, dan karakteristik.
4. SYARAT PENDIDIKAN ORGANIK
Pendidikan Harus mengembangkan dan mendewasakan anak didik secara multidimensi dan Holistik
Harus terikat erat dengan lingkugan komunitas dan masyarakatnya, tak boleh tercerabut dan berada di Menara gading
Harus mengembangkan potensi anak didik melalui strategi antar si anak dengan pengajar, orang tua, dan masyarakat
Pendidikan harus dilakukan secara personal untuk tiap individu karena mereka memiliki minat, bakat, potensi, dan keunikan masing-masing
Bukan soal ada tidak ada harapan. Seharusnya kita bukan menjadi subjek yang menunggu tetapi menjadi subjek utama.
Siswa sebaiknya tidak dikekang tapi diberikan kesadaran tentang tanggung jawab. Di ajarkan dengan level pemikiran yang kritis
Pendidikan di Indonesia mempelajari banyak mata pelajaran menjadi tidak efektif dan lelah. Lebih baik ada pemangkasan dan perampingan mata pelajaran yang tidak diperlukan lagi. Bekolaborasi. Proses belajarnya menggunakan Bahasa penghantar Bahasa inggris.
Setelah penyampaian materi selesai, moderator mempersilahkan para peserta untuk bertanya.
Selanjutnya setelah sesi tanya jawab selesai ditutup anjangsana ini oleh MC dan di akhiri dengan dokumentasi.
Komentar
Posting Komentar